Kamis, 17 April 2014

Suaranya dan Gitarku

Dia. Wanita dan suaranya.
Mengukir indanya memoriku.
Menghiasi setiap khayalku.
Membuat aku malu.
Aku gagu,
Aku bisu.

Sekarang dia pergi.
Tapi ku-tak sendiri.
Bayangnya tetap di sini.
Menemaniku bernyanyi.

Aku. Lelaki dengan gitarku.
Menepis pikiran buruk tentang dirinya.
Selalu menanti dirinya.
Bermimpi memilikinya.
Aku berdosa,
Aku tersiksa.

Sekarang dia pergi.
Aku tetap disini.
Berharap dia kembali.
Menemani ku disini.

Suaranya dan Gitarku.
Ingin terus berpadu.

Lelaki Dan Gitarnya

Aku melihat seorang laki-laki dengan gitarnya.
Seperti menyimpan begitu banyak beban.
Tapi ada cahaya lain dibalik nada-nada yg dialunkan.
Ada keindahan di sela-sela petikan senar.
Dia terlihat nyaman kemudian.
Padahal sebelumnya seperti tanpa teman.
Ada kedamaian ditengah ketenangan.
Laki-laki dengan gitarnya.
Penuh beban, tanpa teman.
Terlihat penuh kedamaian, saat nada-nada yg dialunkan merasuk.
Gitar, seperti kawan sejatinya.
Dia, laki-laki dan gitarnya.

Source :  http://elfatiana.blogspot.com/