Minggu, 20 April 2014

Kurangnya Aku

Mengertilah keadaanku.
Mengerti masalahku.
Aku hidup bukan hanya untuk memikirkanmu.
Aku hidup untuk diriku.

Maklumilah diriku.
Maklumi kekuranganku.
Setiap kuteteskan keringatku.
Aku berusaha untukmu.

Sesungguhnya aku lemah.
Seharusnya aku musnah.
Tapi aku bangkit semula.
Untukmu aku rela menderita.

Sabtu, 19 April 2014

Wanita Kuat

Wanita kuatku.
Jangan biarkan lelaki menyakitimu.
Jangan biarkan dia menari di atas kepedihanmu.
Bangkitlah.
Sadarlah.
Bahwa kamu wanita yang kuat.

Semua beban hidup ini.
Kau lalui sendiri.
Tak kuat kau untuk berdiri.
Tunggu dulu.
Kamu tidak sendiri.

Aku mengagumimu.
Biar ku selamatkan kau dari cengkraman lelaki tersebut.
Biar ku buat bahagiamu.
Biar ku lepaskan bebanmu.

Aku memujamu.
Wanita kuatku. 

Jumat, 18 April 2014

Tapi Kamu

Aku rindu kamu.
Di setiapmalam-malam yang terus mengganggu.
Di sepanjang hari yang terus berlalu.
Aku memikirkanmu.

Aku ingin kamu.
Sedari dulu sudah begitu.
Sejak pertama ku jumpa kamu.
Aku mencintaimu.

Tapi kau pergi.
Aku seperti biola tak berdawai.
Aku bermain sendiri.
Walaupun tidak mungkin.

Aku rindu kamu.
Aku ingin kamu.
Tapi kamu....
Pergi. 

Kamis, 17 April 2014

Lagu Yang Tidak Didengar

Banyak lagu tentangmu kuciptakan

Bukan untuk kau dengarkan
Tapi, untuk aku renungkan
Betapa hebatnya perjuangan
Yang dari dulu aku lakukan

Aku pertahankan

Berulang kali lagu tentangmu ku dendangkan

Bukan sekedar menyanyikan
Tapi, agar aku mengenang
Betapa kuat ku bertahan
Dari dulu ku bertahan

Aku berjuang

Lagu ini bukan untuk di dengar
Lagu ini cukup untukku saja
Mengenangmu sungguh menyakitkan
Tapi, milikimu tetap ku impikan

Suaranya dan Gitarku

Dia. Wanita dan suaranya.
Mengukir indanya memoriku.
Menghiasi setiap khayalku.
Membuat aku malu.
Aku gagu,
Aku bisu.

Sekarang dia pergi.
Tapi ku-tak sendiri.
Bayangnya tetap di sini.
Menemaniku bernyanyi.

Aku. Lelaki dengan gitarku.
Menepis pikiran buruk tentang dirinya.
Selalu menanti dirinya.
Bermimpi memilikinya.
Aku berdosa,
Aku tersiksa.

Sekarang dia pergi.
Aku tetap disini.
Berharap dia kembali.
Menemani ku disini.

Suaranya dan Gitarku.
Ingin terus berpadu.

Lelaki Dan Gitarnya

Aku melihat seorang laki-laki dengan gitarnya.
Seperti menyimpan begitu banyak beban.
Tapi ada cahaya lain dibalik nada-nada yg dialunkan.
Ada keindahan di sela-sela petikan senar.
Dia terlihat nyaman kemudian.
Padahal sebelumnya seperti tanpa teman.
Ada kedamaian ditengah ketenangan.
Laki-laki dengan gitarnya.
Penuh beban, tanpa teman.
Terlihat penuh kedamaian, saat nada-nada yg dialunkan merasuk.
Gitar, seperti kawan sejatinya.
Dia, laki-laki dan gitarnya.

Source :  http://elfatiana.blogspot.com/